Tuesday 2 June 2020 
qodsna.ir qodsna.ir

PM Pakistan Perintahkan Kegiatan Normal Dapat Dimulai

Perdana menteri Pakistan telah memerintahkan dimulainya kembali kegiatan di sektor perumahan, pertanian dan industri dalam upaya untuk mengatasi kekurangan pangan dan mengurangi lonjakan angka kemiskinan di negara itu.

Menurut laporan IRIB dari Islamabad, Imran Khan, Perdana Menteri Pakistan menekankan bahwa tantangan Corona di Pakistan lebih terfokus pada ekonomi dan kesehatan, dengancataan ini, bila kita menerapkan larangan bepergian di negara ini, mungkin saja jutaan orang akan meninggal dunia.

"Virus Corona telah berdampak negatif pada ekonomi di seluruh dunia, bahkan di negara-negara kaya seperti Amerika Serikat, sehingga tidak diperbolehkan untuk terus menghentikan kegiatan ekonomi, karena itu akan membahayakan kehidupan warga Pakistan," tambah Imran Khan.

Imran Khan, Perdana Menteri Pakistan

Menurut PM Pakistan, konsekuensi dari penyebaran coronavirus di Pakistan bisa menjadi masalah serius, jadi penting untuk waspada.

Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan Pakistan mengumumkan, dengan mencatat 161 kasus baru coronavirus, jumlah orang yang terinfeksi virus di negara itu telah mencapai 2.748.

Menurut laporan ini, sebagian besar kota-kota Pakistan saat ini terinfeksi dengan virus Covid-19, dan sejauh ini 41 orang telah meninggal karena virus Corona.

Jumlah tertinggi pasien penyakit virus Corona di Pakistan adalah di negara bagian Punjab, dan 1.072 pasien virus Corona telah diidentifikasi, dimana 11 orang di antaranya telah meninggal.

Pemerintah Pakistan berusaha mencegah penyebaran coronavirus yang tidak terkendali melalui karantina menyeluruh dan memaksa orang untuk tinggal di rumah.

Sekalipun demikian, dengant terus meningkatnya Corona di Pakistan telah membuat partai-partai politik oposisi mengritik keras cara penanganan krisis ini oleh pemerintah.

Partai-partai politik oposisi mendesak pemerintah untuk segera mengumumkan darurat militer. Tetapi pemerintah dari partai Tehreek-e-Insaf (PTI) masih enggan memberlakukan darurat militer di negara itu karena standar ekonomi dan kehidupan yang rendah.




Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved