Tuesday 25 February 2020 
qodsna.ir qodsna.ir

AS, Aktor Pemicu Kekacauan di Kawasan

Wakil Tetap Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi menilai petualangan militer AS di wilayah Asia Barat sebagai pemicu instabilitas, dan mengatakan contoh terbaru dari petualangan ini adalah teror terhadap Komandan Pasukan Quds Iran, Letnan Jenderal Qasem Soleimani di dekat bandara Baghdad, Irak.

Dia menyampaikan hal itu dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, yang dilaksanakan pada hari Rabu (22/1/2020) untuk membahas situasi di Asia Barat dan Palestina.

 

"Aksi pengecut meneror Letjen Soleimani merupakan contoh nyata dari terorisme negara dan pelanggaran serius terhadap prinsip hukum internasional, yang menuntut tanggung jawab internasional Amerika," tegas Takht Ravanchi.

 

Petualangan Donald Trump telah menciptakan berbagai krisis di dunia dan dalam hal ini, wilayah Asia Barat sangat merasakan dampak dari manuver politik dan militer AS.

 

Kawasan ini terjebak dalam krisis akibat ulah AS menggunakan isu terorisme sebagai alat, menempatkan pasukan secara ilegal di Suriah dan Irak, memberikan dukungan militer dan politik secara mutlak kepada rezim Zionis, dan mengerahkan banyak pasukan ke Asia Barat.

 

AS pantas disebut sebagai pemicu kekacauan di Asia Barat karena mereka memberikan dukungan untuk kebijakan perang Israel di Palestina, mendukung kebijakan provokatif rezim-rezim Arab, melakukan intervensi terhadap proses demokratisasi di Irak, dan meneror petinggi militer Iran.

 

AS datang ke Asia Barat dengan klaim memerangi terorisme, memasuki wilayah Suriah dengan alasan menumpas Daesh, dan sekarang terbukti hanya untuk menguasai ladang minyak negara itu. Di Irak, AS mencegah terciptanya keamanan dan pembangunan di negara tersebut.

 

Kebijakan AS tidak menghadirkan sesuatu untuk bangsa-bangsa regional kecuali kekacauan dan instabilitas. Dengan demikian, cara paling efektif untuk memastikan perdamaian dan keamanan regional adalah mengusir pasukan AS dari kawasan penting ini.

 

Setelah meneror Letjen Soleimani, sekarang desakan untuk mengusir pasukan AS dari kawasan semakin nyaring terdengar. Dengan aksi terorismenya, masyarakat di negara-negara kawasan termasuk Irak, mulai mengenali wajah asli Amerika.

 

Kehadiran jutaan orang pada acara tasyi' jenazah Letjen Soleimani di Irak dan Iran serta acara duka yang digelar di negara-negara lain, merupakan sebuah momentum yang tepat untuk memenuhi tuntutan rakyat yaitu mengusir pasukan AS dari kawasan, dan sentimen anti-Amerika semakin meningkat dari sebelumnya.

 

Saat ini di kawasan dan dunia hanya sedikit orang yang percaya dengan klaim AS dalam masalah memerangi terorisme. Tuntutan bangsa-bangsa regional saat ini adalah mengusir pasukan AS dan ini menjadi satu-satunya cara untuk mengembalikan ketenangan dan stabilitas di kawasan ini. 




Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved