Thursday 12 December 2019 
qodsna.ir qodsna.ir

Emirat Mundur, Saudi Gunakan Jasa Al-Qaeda

Arab Saudi berupaya menformat struktur yang lebih taat nan setia dalam koalisi perang Yaman. Mereka membangun markas baru demi memikat pemuda, khususnya sipil wilayah Selatan.

Strategi ini membuktikan reformasi Riyadh dalam perincian medan sebelum melangkah ke arah perundingan dan lainnya. Perundingan menjadi hal yang tidak dapat dipungkiri dan mungkin akan diadakan dalam waktu dekat, menurut kacamata petinggi Istana, khususnya pasca Emirat meninggalkan medan perang Sanaa.

 

“Emirat mengundurkan diri, Saudi langsung bertindak dan mengunci strategi periode baru, yaitu mendidik dan melatih sipil, khususnya di daerah Selatan, dengan alasan mengisi peran Emirat yang ditinggal”, demikian surat kabar Al Akhbar melaporkan.

 

Ketika militan dan pendukung Wakil Presiden tersingkir, Ali Mohsen al-Ahmar, sampai di Hadhramaut, tepatnya ke wilayah padang pasir Hadhramaut, setelah meneguk latihan di provinsi Ma’rib, Arab Saudi langsung menghidupkan kembali Komite Masyarakat, yang pernah didukungnya dalam gerakan melawan teroris. Apalagi dilaporkan oleh sumber di lapangan kepada Al Akhbar bahwa Saleh al-Mashjari, petinggi al-Qaeda, berhasil mengumpulkan lebih dari 15 ribu pasukan baru.

 

Al-Mashjari, menurut satu laporan, pada bulan lalu membangun markas al-Amajid di kota Lawdar, provinsi Abyan. Al-Mashjari memikat 4 ribu pemuda kota Lawdar. Melihat keberhasilan ini, al-Mashjari terus membuka basis baru di sekitaran kota Lawdar. Di daerah ini, al-Mashjari juga berhasil mengumpulkan 11 ribu pemuda kota Dathina dan al-Wadi, daerah Abdrabbuh Mansur Hadi.

 

Rekrutmen militan ini dilaksanakan atas perintah langsung Arab Saudi tanpa kerjasama dengan Kemenhan Mansur Hadi. Mengenai Komite Masyarakat yang dibentuk tahun 2012-2015, sumber Al Akhbar menjelaskan, “Pemimpin Komite ini adalah Mayor Abdullatif Al-Sayed, yang saat ini juga mengomando militan ‘Sabuk Keamanan’ Emirat di provinsi Abyan. Hal ini berbeda dengan kebijakan UAE di wilayah Barat, karena Emirat telah menarik mundur mayoritas pasukannya dari sana”.

 

Fakta ini membuktikan bahwa Arab Saudi kembali menghidupkan militansi sipil via Komite Masyarakat. Arab Saudi berencana bergerak dengan 25 ribu pasukan sipil bersenjata.

 

Kelompok yang pertama kali protes akan strategi Saudi ini adalah Gerakan Pemuda Revolusi Abyan. Satu gerakan pemuda daerah yang mengkritik dan protes kebijakan Riyadh yang menyalahgunakan krisis ekonomi dan kemiskinan penduduk provinsi Abyan.

 

“Ombak baru Saudi menyeret para pemuda Abyan ke holokaus. Al-Mashjari mengundang puluhan al-Qaeda ke markas barunya, bahkan menyerahkan pos-pos kunci. Ini adalah bahaya yang telah menciptakan rekrutmen via muballigh Salafi dalam markas dukungan Arab Saudi”, jelas Gerakan Pemuda Revolusi Abyan dalam pernyataan resminya.

 

Berkaitan dengan ini, petinggi koalisi Saudi mengeluarkan perintah kepada garda al-Kawasir untuk pindah dari Najran, di perbatasan Selatan Yaman, ke provinsi Abyan. Kuantitas mereka diperkirakan mencapai 4 ribu pasukan. Dan diperintahkan pula, 2 ribu pasukan daerah perbatasan antara Abyan dan Shabwah, Selatan Yaman, untuk bergabung dengan garda ini.




Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved