Monday 9 December 2019 
qodsna.ir qodsna.ir

80% Rakyat Palestina Yakin Negara-Negara Arab Telah Mengabaikan Mereka

Sebuah polling menyebutkan bahwa sekitar 80 persen warga Palestina percaya bahwa negara-negara Arab telah mengabaikan perjuangan Palestina.

Polling tersebut dilakukan oleh Pusat Kebijakan Survey dan Riset Palestina, beberapa hari setelah diadakannya konferensi Manama yang didukung oleh beberapa negara arab, termasuk Saudi Arabia.

 

Selain itu, 90 persen dari mereka yang disurvei mengatakan mereka tidak mempercayai pemerintahan Trump, yang telah mempelopori kesepakatan “Deal of the Century”.

 

Rencana utama dari kesepakatan tersebut adalah untuk memberikan insentif ekonomi bagi rakyat di wilayah Palestina dan jutaan pengungsi di negara-negara tetangga. Dana sejumlah $50 milyar (sekitar Rp. 750 Trilyun) telah dialokasikan untuk agenda yang ditafsirkan oleh para kritikus sebagai upaya untuk menjual kemakmuran ekonomi demi mendapatkan posisi politik yang menguntungkan.

 

Namun ketika diminta untuk memilih antara kemakmuran ekonomi dan kemerdekaan Palestina, 83 persen memilih kemerdekaan, sementara 15 persen memilih kemakmuran ekonomi.

 

Dalam unjuk rasa yang bertemakan tentang persatuan, semua faksi Palestina berdiri bersama untuk menentang rencana perdamaian AS dan menolak untuk menerima persyaratannya.

 

Kesepakatan itu telah ditafsirkan sebagai hal yang mencurigakan, terlebih banyakny serangkaian tindakan yang diambil oleh pemerintah AS terhadap merugikan Palestina, termasuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,

 

memindahkan kedutaan AS ke Kota Suci, menutup kantor perwakilan Palestina di Washington , dan memotong bantuan keuangan untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan USAID.

 

Palestina juga mengkritisi normalisasi negara-negara Arab dengan Israel. Selama konferensi “Perdamaian untuk Kemakmuran”, Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid Bin Ahmed Al-Khalifa mendapat kecaman setelah ia mengeluarkan pernyataan bahwa Israel adalah “negara yang akan tetap ada” di Timur Tengah. Komentarnya memicu kemarahan mengingat bahwa Bahrain, seperti kebanyakan negara Arab lainnya, tidak secara resmi mengakui Israel dan tidak mempertahankan hubungan diplomatik dengannya.




Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved