qodsna.ir

Ofir Haivry: Negara Arab bukan Mitra Terpercaya bagi Israel

Seorang pengamat Israel mengakui bahwa sejumlah negara-negara Arab di Asia Barat yang baru saja bergabung dalam koalisi anti Iran bukan mitra terpercaya bagi Tel Aviv.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Qods (Qodsna), Ofir Haivry, deputi Institut Herzl dan direktur perencanaan strategi nasional Israel mengatakan, selama beberapa pekan terakhir petinggi Israel, Amerika dan sejumalh negara Arab berbicara anti Iran. Ini sangat berbahaya, karena Arab dan Israel tidak memiliki titik kesamaan.

 

Seraya menjelaskan bahwa kerja sama nyata Tel Aviv dan pemerintah Arab akan menjamin munculnya serangan keras rakyat terhadap pemerintah tersebut, Haivry menambahkan, negara-negara ini tidak akan pernah mampu bersanding dengan Zionis untuk melawan Iran, karena rakyat mereka tidak akan mengijinkan pemerintahnya terlibat insiden seperti ini. Hal ini juga mengancam eksistensi pemerintah tersebut di dalam negeri.

 

Pengamat Israel ini mengungkapkan, dewasa ini meski Mohammad bin Salman, Putra mahkota Arab Saudi menganggap Tel Aviv sebagai kapal penyelamatnya di hadapan Iran, namun jika ia mengungkapkan secara terang-terangan niatnya tersebut, maka tak diragukan lagi ia akan kehilangan kekuasaannya di dalam negeri.

 

"Sangat urgen bagi Israel untuk memahamkan Amerika bahwa koalisi dengan negara-negara Arab bukan saja tidak efektif, bahkan sepenuhnya tidak dapat dipercaya dan pada akhirnya yang tinggal hanya penyesalan," paparnya.

 

Selama beberapa bulan terakhir proses normalisasi hubungan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel meningkat tajam. Hal ini memicu protes rakyat negara-negara tersebut.