Tuesday 25 June 2024 
qodsna.ir qodsna.ir

Rudal Iran Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir

Menlu Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan Republik Islam Iran tidak mengejar program senjata nuklir, dan rudal yang diproduksinya tidak memiliki kemampuan untuk membawa hulu ledak nuklir.

Menururt laporan Kantor Berita Qods (Qodsna) Zarif dalam wawancara dengan majalah mingguan Le Point hari Sabtu (22/12) menepis kekhawatiran sejumlah negara Barat mengenai resolusi PBB no.2231, yang meminta Iran tidak memproduksi rudal dengan kemampuan membawa hulu ledak nuklir.

 

"Iran tidak memiliki program nuklir militer," ujar Zarif.

 

Di bagian lain, Menlu Iran mengungkapkan anggaran militer negaranya sangat kecil dibanding negara lain di kawasan.

 

"Anggaran militer Iran terkecil di Asia Barat," tegas Zarif.

 

Tehran, tutur Zarif, tidak pernah menyulut konfrontasi dengan negara lain dan selalu mengedepankan perdamaian dan persahabatan di kawasan.

 

"Iran senantiasa menghendaki kerja sama dengan negara-negara Teluk Persia, tapi Arab Saudi memprovokasi konfrontasi dengan Iran di kawasan," papar menlu Iran.




Related Contents

Myanmar Larang Petinggi PBB Kunjungi Rakhine

Myanmar Larang Petinggi PBB Kunjungi Rakhine

Salah satu staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkonfirmasikan sikap pemerintah Myanmar yang memperlambat kunjungan delegasi PBB ke negara bagian Rakhine di barat negara ini.

|

Zarif: Iran lebih Kuat dari yang Diperkirakan AS

Zarif: Iran lebih Kuat dari yang Diperkirakan AS

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Jumat malam (11/1) saat merespon program Amerika menggelar forum anti Iran di Warsawa, Polandia dalam tweetnya menulis, mereka yang berpartisipasi di sandiwara terbaru anti Iran, mereka itu mati atau tidak memiliki kehormatan ataupun telah terkucil.

|

Kebingungan AS Soal Penarikan Pasukan dari Suriah

Kebingungan AS Soal Penarikan Pasukan dari Suriah

Sekalipun Donald Trump Presiden Ameriia Serikat telah mengumumkan tentang penarikan pasukan AS dari Suriah pada 19 Desember 2018, tapi pernyataan dan sikap kontroversial para pejabat AS menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang masalah ini dan bahkan bagaimana hal itu diwujudkan.

|

Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved