Saturday 10 April 2021 
qodsna.ir qodsna.ir

Program Rudal Iran: Argumentasi Puncak Rouhani dengan Eropa

Presiden Republik Islam Iran kepada negara-negara Eropa menekankan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak dapat dinegosiasikan.

Presiden Republik Islam Iran kepada negara-negara Eropa menekankan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak dapat dinegosiasikan.

 

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran hari Rabu sore (05/12) dalam agenda safari provinsinya ke Semnan menjelaskan, "Bila negara-negara Eropa ingin membicarakan masalah terkait kemampuan pertahanan Iran, maka hal itu tidak dapat diterima. Karena kemampuan pertahanan untuk mempertahankan negara."

 

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran di hari yang sama kepara para wartawan menekankan, "Tidak ada satu negarapun yang dapat meminta kepada negara berdaulat dan besar seperti Iran untuk tidak memiliki senjata pertahanan sendiri."


Hari-hari ini, para pejabat Amerika Serikat memulai permainan baru menjelang kesepakatan antara Iran dan Eropa untuk menciptakan mekanisme dengan tujuan mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), demi mempengaruhi kerja sama dan kesepakatan ini.

 

Klaim Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo yang menyatakan bahwa rudal Iran tidak konsisten dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 padahal resolusi ini secara substansial tidak menyinggung masalah ini dan hanya meminta kepada Iran untuk tidak membuat rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Iran tidak akan pernah bergerak di jalur ini dan rudal Iran dari jenis konvensional dan presisi serta ditujukan untuk memperkuat kekuatan yang berefek jera terhadap ancaman musuh.

 

Penyampaian masalah ini bertujuan menutupi akuntabilitas dan kepatuhan Amerika terhadap kewajibannya pada JCPOA dan penerapan resolusi 2231. Penyalahgunaan Amerika Serikat atas Dewan Keamanan PBB dalam mengejar program rudal Iran dengan diikuti Inggris dan Perancis ternyata gagal dan tidak dapat menyembunyikan pengabaian Amerika untuk memenuhi kewajibannya dan tidak tanggung jawab AS karena tidak mematuhi resolusi Dewan Keamanan.

 

Mark Fitzpatrick, Direktur Eksekutif International Institute of Strategic Studies - Americas bersamaan dengan klaim Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menekankan, "Uji coba rudal Iran tidak melanggar Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB." Fitzpatrick menambahkan bahwa resolusi ini juga menyerukan kepada semua negara anggota PBB untuk menahan diri dari mengambil tindakan yang merongrong implementasi komitmen JCPOA komitmen mereka, sementara Amerika Serikat telah melanggarnya.

 

Membatasi program rudal Iran selama ini selalu menjadi tujuan Amerika Serikat dan pemerintahan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat sedang berjuang untuk mencapai tujuan ini ddengan berbagai skenario.

Penarikan diri Amerika Serikat dari JCPOA dilakukan dengan tujuan yang sama dan sekarang mereka mengenar kebijakan ini ditambah Iranphobia dan mendorong Eropa untuk memboikot Iran, yang berujung pada diadakannya pertemuan Dewan Keamanan PBB, tetapi Amerika Serikat dan para pendukungnya masih tersandung batu untuk mampu meloloskan tujuannya.

 

Dalam situasi seperti itu, Eropa tidak boleh memasuki permainan Amerika dan apa yang sekarang menjadi tanggung jawab historis Eropa adalah menyelamatkan JCPOA dari kondisinya yang ada saat ini. Sikap Eropa mengikuti Amerika Serikat adalah indikasi perilaku kontradiksi mereka. Karena Resolusi 2231 Dewan Keamanan tidak melarang Iran untuk menguji rudal dan sebaliknya, telah meminta semua negara untuk mematuhi komitmen mereka.

 

Perilaku Iran di bidang program rudal sepenuhnya logis dan berprinsip, sementara salah satu negara yang mencoba untuk membatasi bagian paling penting dari kekuatan pertahanan Iran tengah menunjukkan perilaku "buruk" untuk merusak "JCPOA Eropa".

 

Apa yang sekarang menjadi kekhawatiran adalah berlanjutnya ketidakamanan di kawasan Asia Barat, dimana rudal Iran tidak berperan sama sekali, karena rudal Iran bahkan tidak penah menarget seorang wargapun. Kebijakan ganda dari beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat memiliki hubungan yang bermakna dengan kekhawatiran tentang ketidakamanan di kawasan Asia Barat (Timur Tengah). Karena mereka terus mengirim senjata ke wilayah ini untuk beberapa rezim Arab secara bersamaan dengan proyeksi anti-rudal Iran dan pendekatan ini melanjutkan ketidakamanan di wilayah Asia Barat.




Related Contents

Pompeo Tiba di Riyadh

Pompeo Tiba di Riyadh

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompoe dalam safarinya ke negara-negara Asia Barat dilaporkan tiba di Riyadh, Arab Saudi.

|

Bertahan diri dari Ancaman Iran akan Pamerkan Sistem Anti Udara Terbaru

Bertahan diri dari Ancaman Iran akan Pamerkan Sistem Anti Udara Terbaru

Deputi Koordinator Militer Republik Islam Iran, Habibollah Sayyari mengkonfirmasikan pameran sistem pertahanan baru yang dimaksudkan untuk menjaga zona udara nasional. Peluncuran sistem pertahanan udara baru ini akan dipamerkan hingga akhir tahun 1397 Hs, kira-kira dua bulan lagi.

|

Users Comments

Analisa
Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved