Monday 10 December 2018 
qodsna.ir
qodsna.ir

Komunitas Zionis
Tidak Lagi Percaya
Otoritas Israel

Ismael Radwan

Ismael Radwan seorang pejabat Hamas dalam sebuah wawancara eksklusif dengan koresponden Kantor Berita Qods (Qodsna) mengatakan: Kemenangan besar perlawanan Palestina di Gaza adalah patah tulang yang menghancurkan bagi penjajah Israel yang menyebabkan banyak implikasi di dalam bagian politik, keamanan dan militer.

 

Ismael Radwan seorang pejabat tinggi Hamas dalam sebuah wawancara eksklusif dengan koresponden Kantor Berita Qods (Qodsna) mengatakan: Kemenangan besar perlawanan Palestina di Gaza adalah patah tulang yang menghancurkan bagi penjajah Israel yang menyebabkan banyak implikasi di dalam bagian politik, keamanan dan militer.

 

Dia melanjutkan: rezim Zionis terus menderita konsekuensi dari kekalahan ini; dimulai dengan masalah pengunduran diri menteri perang Zionis Avigdor Lieberman, dan kemudian eskalasi perpecahan domestik di arena politik Zionis, dan akhirnya meningkatkan kedalaman krisis ketidakpercayaan.

 

Mengacu pada kekuatan perlawanan dalam konflik baru-baru ini, ia menyatakan: Perlawanan pasukan dalam operasi yang luar biasa berhasil menargetkan bus militer Zionis. Mereka juga gagal di Khan Yunis, pasukan perlawanan dari batalyon Izz al-Din Qassam juga berhasil melepaskan gambar pasukan Zionis yang berpartisipasi dalam operasi Khan Yunis. Semua perkembangan ini menunjukkan bahwa perlawanan Palestina telah mampu memunculkan perubahan baru yang akan meningkatkan posisi front perlawanan di wilayah tersebut. Sebagai hasil dari perkembangan ini, perlawanan memperoleh posisi jera baru, di mana sampai taraf tertentu rezim Zionis harus berpikir dua kali sebelum membuat keputusan militer baru terhadap Gaza, mereka harus meninjau dan menganalisis biaya dan konsekuensi dari setiap gerakan militer.

 

Dalam wawancara ini, ia mengacu pada masalah normalisasi hubungan dengan Israel dan berkata: "Pertama-tama, saya harus menekankan bahwa Hamas benar-benar menentang normalisasi hubungan dengan rezim Zionis dan kami mengutuk tindakan seperti itu. Kami menganggap normalisasi hubungan dengan rezim Zionis sebagai pengkhianatan dan konspirasi terhadap bangsa Palestina, haal ini merupakan pengkhianatan terhadap pengorbanan para martir dan pencapaian perlawanan. Saya harus menekankan bahwa satu-satunya musuh dunia Islam adalah rezim Zionis. Negara-negara yang membangun hubungan dengan rezim Zionis harus menahan gerakan ini dan harus menyadari bahwa satu-satunya pihak yang mereka harus membangun hubungan adalah gelompok-gelompok perlawanan.




Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved