Monday 10 December 2018 
qodsna.ir
qodsna.ir

Israel Mencari Celah Genjatan Senjata

Siapapun, yang meneropong situasi Israel, dapat memastikan bahwa Benyamin Netanyahu berhasil membuka gerbang perang baru tanpa definisi jelas tentang makna hingga memastikan kemana arah sasaran rudal Tel Aviv. Situasi saat ini sangat membuka potensi perang. Mereka menyatakan Israel sudah menemukan kembali semangat juang dan mereka sibuk mengkaji.

Kantor Berita Qods (Qodsna) - Semangat perang ini kembali pasca Netanyahu menolak Pemilu dan menobatkan diri sebagai pengganti Menhan Avigdor Lieberman. Ia berhasil menerangkan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyelenggarakan Pemilu, khususnya setelah Negara Yahudi mengumumkan kesiapan diri untuk menghadapi instabilitas. Mayoritas Israel menafsirkan pernyataan tersebut dengan perang babak baru.

 

Tiga minggu yang lalu, Lieberman menolak keputusan genjatan senjata Benyamin Netanyahu, PM Israel, dengan Hamas. Ia langsung mengundurkan diri kala itu juga. Saat ini keributan terjadi di jalur Gaza, banyak yang menganalisa bahwa Israel membuka lembaran perang baru. Banyak yang menanti rudal Israel, yang tak dinanti-nanti pihak manapun, langsung meluncur ke kediaman petinggi Hamas.

 

Melihat keributan yang terjadi di jalur Gaza serta reaksi Hamas, banyak pihak yang berharap perangkat perang rezim Zionis menembus perbatasan Libanon dan menghantam Hizbullah, karena mereka juga sudah beroperasi di Suriah.

 

Bahkan ada pihak ketiga yang menanti rudal Israel ke Iran. Tetapi ide ini hanya didukung oleh sekelompok kecil. Banyak analis yang memprediksi bahwa untuk menyerang Iran, Israel harus pula mengikutsertakan AS dan Washington saat ini belum memikirkan perang seperti ini. Hingga saat ini AS masih berpangku pada embargo dan mengimpikan realisasi embargo terbesar dalam sejarah. Dengan ini, analisa hanya sekitar perang Hizbullah dan Hamas. Perang Israel vs Hamas diprediksi akan menjadi perang yang sangat panas.




Related Contents

Anggota DPR Lebanon: AS-Saudi Sulut Perpecahan Sunni-Syiah

Anggota DPR Lebanon: AS-Saudi Sulut Perpecahan Sunni-Syiah

Anggota Fraksi Loyalitas atas Perlawanan di Parlemen Lebanon saat bertemu delegasi gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengatakan, poros Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, Arab Saudi sedang berusaha menghancurkan persatuan Islam dengan menyulut perpecahan antara Sunni dan Syiah.

|

Hizbullah: Tak Ada Wilayah Israel yang Bebas dari Rudal Hizbullah

Hizbullah: Tak Ada Wilayah Israel yang Bebas dari Rudal Hizbullah

Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon menyebut kekuatan pencegahan kelompok perlawanan sebagai faktor yang menghambat serangan rezim Zionis Israel ke negara itu. Menurutnya, tidak ada satu tempatpun di Israel yang keluar dari target tembakan rudal Hizbullah.

|

Hamas Puas atas Kegagalan Resolusi AS anti Muqawama Palestina

Hamas Puas atas Kegagalan Resolusi AS anti Muqawama Palestina

Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Hazim Qassim menyebut kegagalan Amerika meratifikasi resolusi anti kubu muqawama Palestina di Majelis Umum PBB sebagai pembenaran atas hak bangsa Palestina oleh masyarakat dunia.

|

Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved