Saturday 15 December 2018 
qodsna.ir
qodsna.ir

Operasi Unit Sniper Yaman Tembak Mati Aliasni Saudi

Berikut ini adalah operasi unit sniper Yaman di beberapa daerah untuk menarget pasukan bayaran Arab Saudi.

Rakyat Yaman hingga saat ini melanjutkan perlawanan dan perjuangan mereka untuk membela negara dari serangan pasukan Arab Saudi dan sekutunya.

 

Sayangnya, banyak media hanya bungkam atas ketertindasan rakyat Yaman selama 3,5 tahun terakhir ini.

 

Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman sejak Maret 2015 ini telah merenggut nyawa lebih dari 14.000 orang dan melukai puluhan ribu lainnya.

 

Serangan militer ke Yaman dengan dukungan Amerika Serikat itu juga telah meluluhlantakkan infrastruktur negara Arab tersebut. Blokade laut, darat dan udara membuat jutaan orang, terutama anak-anak kelaparan.

 

Para ahli PBB dari Program Pangan Dunia mengatakan pengeboman pasukan koalisi terhadap warga sipil adalah potensi kejahatan perang dan blokade telah membuat 12 juta pria, wanita dan anak-anak Yaman berisiko kelaparan, di mana ini adalah kelaparan terburuk dalam 100 tahun terakhir.

 

Astrid Stackelberg, salah satu pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Selasa, 20 November 2018 menyebut situasi di Yaman sangat tragis dan mengatakan, 22 juta warga Yaman tidak memiliki akses makanan.

Stackelberg juga mengisyaratkan penyebaran kolera di Yaman dan mengungkapkan, penyakit ini mengancam nyawa jutaan warga Yaman. Dia menjelaskan, Yaman menjadi pusat penyebaran kolera terbesar di abad 21.  

 

Seiring dengan berlanjutnya serangan Arab Saudi ke Yaman dan rusaknya infrastruktur negara ini khususnya jaringan air bersih, kolera akan cepat menyebar di pelosok negara ini. 




Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved