Wednesday 27 May 2020 
qodsna.ir qodsna.ir

Koalisi Netanyahu Goyah, Pemilu Dini Segera Digelar

Menteri Keuangan Israel Moshe Kahlon mengatakan kabinet koalisi Netanyahu memiliki mayoritas yang sangat rapuh dan pelaksanaan pemilu dini sudah dekat.

“Kami semakin mendekati pemilu. Mari kita jujur, koalisi ini rapuh. Saya tidak ingin menggulingkan pemerintah, tetapi kami di sini untuk bertindak, bukan hanya bertahan hidup," ujarnya dalam sebuah komentar pada hari Senin (26/11/2018) seperti dikutip Kantor Berita Qods (Qodsna).

 

Dia menolak klaim Netanyahu yang ingin menyelamatkan kabinet dari pembubaran. "Koalisi ini goyah dan tidak stabil," ujar ketua Partai Kulanu ini, salah satu teman koalisi kabinet Netanyahu.

 

Menurut Kahlon, peluang kabinet sekarang tetap utuh sudah semakin tipis. "Kabinet koalisi Netanyahu dengan memiliki 61 kursi dari 120 kursi Knesset, tidak akan bertahan sampai pekan depan," tegasnya.

 

Sebelum mantan Menteri Peperangan Avigdor Liberman (Yisrael Beytenu) keluar dari koalisi, Netanyahu menikmati mayoritas 66 kursi di Knesset dan sekarang tinggal 61 kursi.

 

Jika partai yang tersisa yaitu Kulanu, The Jewish Home Party, Shas dan United Torah Judaism juga menarik diri, maka kabinet Netanyahu akan bubar.

 

Kabinet bertahan dengan kondisi yang rapuh setelah menteri pendidikan dan menteri kehakiman rezim Zionis membatalkan pengunduran dirinya. Namun jika Kahlon menarik partainya dari koalisi, kabinet secara praktis akan runtuh dan pemilu dini tidak dapat dihindari. 




Related Contents

Jerusalem Post: Dekat Pemilu Israel-Turki Biasanya Tegang

Jerusalem Post: Dekat Pemilu Israel-Turki Biasanya Tegang

Salah satu surat kabar rezim Zionis Israel menyebut adu mulut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sengaja dilakukan untuk kepentingan pemilu kedua pihak.

|

Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved