Saturday 15 December 2018 
qodsna.ir
qodsna.ir

Netanyahu, Trump dan MBS Segitiga Kejahatan

Deputi sekjen Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) sebagai segitiga kejahatan.

"Mereka tengah merusak kawasan dan dunia serta setiap krisis di dunia, ketiganya memiliki peran," papar Sheik Naim Qassem.

 

Seperti dilaporkan Knator Berita Qods (Qodsna) mengutip IRNA, Sheikh Naim Qassem menekankan, segitiga Netanyahu, Trump dan MBS telah rusak dan mereka yakini bahwa muqawama akan menang.

Sheikh Naim Qassem

 

"MBS kalah di Yaman, karena membantai warga tak berdosa dan menciptakan kelaparan 12 juta orang. Namun bergitu ia masih tetap gagal merebut al-Hudaydah dan wilayah Yaman lainnya," paparnya.

 

Deputi sekjen Hizbullah ini terkait Trump mengatakan, ia mengerahakn segenap upayanya untuk menjatuhkan sanksi kepada Iran, namun pada akhirnya sebelum jatuh tempo, ia menghadapi perlawanan bangsa dan pemimpin Iran serta mundur dari sejumlah sikap kerasnya.

 

Sheikh Naim Qassem menambahkan, Netanyahu karena ketidakmampuannya menghadapi bangsa Palestina di Jalur Gaza juga mulai hancur dan ia terpaksa menerima kesepakatan gencatan senjata.

 

Deputi sekjen Hizbullah terkait transformasi terbaru Gaza mengatakan, Gaza meraih prestasi besar dalam melawan Israel dan bangsa serta kubu muqawama Palestina berhasil mencegah agresor serta mengalahkan Israel di perang ini. 




Related Contents

Hashd Al Shaabi Puji Peran Iran dan Hizbullah

Hashd Al Shaabi Puji Peran Iran dan Hizbullah

Wakil Komandan pasukan relawan rakyat Irak, Al Hashd Al Shaabi berterimakasih atas peran Republik Islam Iran dan Hizbullah Lebanon dalam perang melawan kelompok teroris Daesh.

|

Syeikh Kaouk: Kesepakatan Abad Ancam Keamanan Lebanon

Syeikh Kaouk: Kesepakatan Abad Ancam Keamanan Lebanon

Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon menganggap proyek "Kesepakatan Abad" sebagai ancaman langsung bagi keamanan strategis Lebanon. Menurutnya, kelompok perlawanan akan menjadi yang terdepan dalam menghadapi proyek ini.

|

Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved