Monday 21 October 2019 
qodsna.ir qodsna.ir

Hizbullah & Hashd Al-Shaabi Pengalaman Keberhasilan Perlawanan di Kawasan

Ibrahim al-Jaafari, Menteri Luar Negeri Irak dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Gebran Bassil, timpalannya dari Lebanon di Beirut, ibukota Lebanon menyinggung pengalaman bersama tak ternilai dua negara dalam memerangi terorisme dan menilai Hashd al-Shaabi Irak sama seperti Hizbullah Lebanon, dimana keduanya menjadi sumber kebanggaan dan kejayaan bangsa-bangsa di kawasan dalam menghadapi sebagai ancaman.

Hizbullah Lebanon adalah salah satu komponen tama dan terkuat di negara ini dalam menghadapi konspirasi dan salah satu indikator utama segitiga emas pertahanan negara ini yang terbentuk dari "militer, bangsa dan muqawama" serta ini adalah rahasia keberhasilan Lebanon untuk mengatasi situasi yang serius. Sebagai hasil dari upaya rukun pertahanan Lebanon, khususnya Muqawama Islam Lebanon, pada 26 Agustus 2017, tanah negara ini benar-benar bersih dari kelompok teroris.

 

Keberhasilan Lebanon melawan terorisme dengan mengambil tema "Pembebasan Kedua" dilakukan ketika pasukan Muqawama melakukan kerjasama dengan tentara Lebanon mampu membebaskan bagian timur negara ini dari pendudukan kelompok teroris takfiri. Di Lebanon, peristiwa ini disebut sebagai "Pembebasan Kedua" setelah pembebasan sebagian besar negara dari pendudukan rezim Zionis pada tahun 2000 yang membuat Hezbollah sukses. Sementara Hashd al-Shaabi (mobilisasi rakyat Irak) dibentuk sebagai versi lain dari perlawanan rakyat kawasan di Irak, dan dengan membentuk organisasi ini lewat perintah Marjaiyat negara ini, kegagalan terorisme di rak praktis terwujud.

 

Salim Baddoura, Wakil Lebanon di Dewan Hak Asasi Manusia PBB beberapa waktu lalu menekankan bahwa Hizbullah adalah bagian penting dari tubuh masyarakat Lebanon. Ia menyatakan bahwa Hizbullah memiliki perwakilan di parlemen dan pemerintah negara ini, dimana kenyataan ini menunjukkan posisi Hizbullah di tengah masyarakat dan menurut hukum.

 

Begitu juga kelompok Muqawama di Irak memiliki status yang tinggi di parlemen Irak dan suara yang berhasil didapatkan oleh organisasi ini dalam pemilihan parlemen baru-baru ini di Irak membuktikan fakta ini.

 

Secara fungsional, Hashd al-Shaabi memainkan peran kunci dalam empat tahun pembentukannya dalam proses membersihkan Irak dari keberadaan teroris Daesh dan memainkan peran menentukan dalam menciptakan keamanan di Irak dan daerah perbatasannya dengan Suriah.

 

Kelompok-kelompok perlawanan populer seperti Hizbullah dan Hashd al-Shaabi tidak melakukan kegiatannya demi kepentingan Amerika Serikat. Karena Washington berusaha untuk membawa masalah keamanan di Irak untuk kehadirannya di negara ini.

 

Sementara terkait kinerja, Hashd al-Shaabi telah dilarang terlibat langsung dalam arena politik, tetapi kelompok-kelompok yang berafiliasi memiliki kehadiran yang kuat di arena politik Irak. Daftar "al-Nasr" yang didukung oleh para pemimpin Hashd al-Shaabi mendulang suara yang lebih tinggi dalam pemilihan parlemen baru-baru ini. Parlemen sendiri sekitar dua tahun lalu telah menyetujui pasukan al-Hashd al-Shaabi bergabung ke pasukan bersenjata dan menjadi bagian dari tubuh militer negara ini.

 

Persatuan dan kohesi politik diperlukan untuk keberhasilan Irak dan Lebanon di arena politik dan militer. Dalam situasi seperti itu, konsolidasi dan penguatan posisi al-Hashd al-Shaabi dan Hezbollah di medan pertahanan Irak menunjukkan keefektifan dan legitimasi kekuatan-kekuatan ini dalam membela Irak dan Lebanon. Tidak diragukan lagi bahwa bersandar pada kekuatan-kekuatan ini akan menjamin pelestarian integritas teritorial kedua negara ini.

 

Perkembangan regional menunjukkan bahwa, terlepas dari langkah Amerika Serikat untuk meminggirkan kekuatan Muqawama di kawasan baik di Palestina, Lebanon, Irak, Suriah dan Yaman dengan berbagai konspirasi, termasuk Kesepakatan Abad, rakyat di kawasan tidak bersedia melakukan transaksi dengan cita-cita, kepentingan dan maslahat negara mereka. Rakyat di kawasan lebih memilih Muqawama sebagai satu-satunya solusi berkelanjutan dalam menghadapi musuh-musuh mereka. Hal ini menyebabkan penekanan yang lebih kuat pada peran perlawanan di berbagai bidang politik, pertahanan dan konstruksi di seluruh kawasan dalam beberapa tahun terakhir, sebuah masalah yang sangat mengganggu Amerika Serikat, rezim Zionis dan penguasa Arab.




Related Contents

Myanmar Larang Petinggi PBB Kunjungi Rakhine

Myanmar Larang Petinggi PBB Kunjungi Rakhine

Salah satu staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkonfirmasikan sikap pemerintah Myanmar yang memperlambat kunjungan delegasi PBB ke negara bagian Rakhine di barat negara ini.

|

Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved