Saturday 15 December 2018 
qodsna.ir
qodsna.ir

BDS: Perusak Desa Khan Al-Ahmar akan Dituntut Hukum

Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) terhadap Israel mengkonfirmasikan perusahaan produsen buldozer yang terlibat dalam perusakan desa Khan al-Ahmar di timur Quds pendudukan akan ditindak sesuai hukum.

Kantor Berita Qods (Qodsna) - Menurut laporan Koran Maariv cetakan Isreael, menyusul partisipasi perusahaan produsen alat-alat berat termasuk Caterpillar, Volvo dan Hyundai dalam aksi perusakan desa Khan al-Ahmar, BDS mengumumkan, akan memperioritaskan represi terhadap perusahaan tersebut di program mereka.

 

BDS rencananya akan merilis deklarasi multi bahasa dan menyebarkan ke berbagai negara serta menjelaskan bahwa perusahaan produsen buldozer tersebut berpartisipasi dalam perusakan rumah dan sekolah Palestina.

 

Mahkamah Agung Israel bulan Mei lalu merilis keputusan pengusiran 35 keluarga Palestina yang populasinya mencapai 200 orang dari tempat tinggal mereka di Khan al-Ahmar. Keputusan tersebut menuai kecaman luas dunia internasional.

 

Warga Khan al-Ahmar termasuk suku nomaden Negev yang diusir dari padang pasir ini tahun 1953 oleh Israel dan terpaksa menepat di wilayah Khan al-Ahmar saat ini. 




Related Contents

Penghancuran Desa Palestina oleh Rezim Zionis

Penghancuran Desa Palestina oleh Rezim Zionis

Menyusul eskalasi blokade desa Khan Al-Ahmar dan serangan pasukan Israel terhadap konsentrasi warga, parlemen Eropa mengkritik keputusan rezim Zionis merusak desa tersebut dan mengusir warganya, juga menekankan bahwa Israel harus menghentikan politik pengusiran warga Palestina serta seluruh langkah unilateral yang ditujukan mengubah kondisi yang ada di Palestina.

|

Khawatir Aktivitasnya Meningkat, Israel Perketat Gerakan BDS

Khawatir Aktivitasnya Meningkat, Israel Perketat Gerakan BDS

Surat kabar Israel Makor Rishon mengatakan bahwa pihak berwenang Israel telah meningkatkan pembatasan mereka untuk mencegah masuknya aktivis BDS ke Israel dengan menambahkan klausul baru kepada Kementerian Dalam Negeri untuk mencegah mereka masuk dengan nama "Boycott Activist". Deskripsi ini akan muncul di depan namanya di komputer Kementerian Dalam Negeri, yang secara otomatis mencegahnya masuk melalui celah manapun.

|

Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved