Tuesday 25 June 2024 
qodsna.ir qodsna.ir

Peran RI untuk Perdamaian di Afghanistan

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyerukan diakhirinya konflik antarpihak yang berselisih di Afghanistan.

Jokowi dalam pertemuan dengan Kepala Eksekutif Kabinet Persatuan Nasional Afghanistan, Abdullah Abdullah di Jakarta hari Kamis (4/10/2018) mengatakan, Taliban harus menyerahkan senjatanya dan menyelesaikan masalah dengan pemerintah Afghanistan melalui perundingan dan cara-cara damai.

 

Kepala pemerintah Afghanistan dalam pertemuan dengan presiden Indonesia menegaskan urgensi perluasan hubungan antara Kabul dan Jakarta.

 

Sebelumnya Jokowi dalam kunjungan terbarunya ke Kabul menyerukan kerja sama serius antara ulama Afghanistan dengan Pakistan dan Indonesia demi membantu meredakan konflik yang terjadi di negara Asia selatan ini.

 

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar untuk membantu penyelesaian konflik yang terjadi di Afghanistan dan Pakistan.

 

Abdullah Abdullah dalam pertemuan dengan Jokowi menyerukan peran aktif Indonesia, terutama para ulamanya sebagai mediator yang akan membantu meredakan perang yang berkepanjangan di Selain itu, presiden Indonesia dalam kunjungan terbarunya ke Afghanistan menunjukkan bahwa pemahaman yang benar terhadap akar krisis dan ekstremisme di negara ini, serta pengaruhnya yang meluas hingga kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, jika masalah tersebut tidak diselesaikan sampai ke akarnya, maka akan mengancam keamanan nasional Indonesia sebagai negara Muslim.

 

Analis masalah keamanan Afghanistan, Javid Kohestani mengatakan, "Saya menyambut peran Indonesia sebagai salah satu negara besar Muslim  yang akan ingin membantu proses perdamaian di Afghanistan.

 

Kemungkinan besar ulama dan para pejabat Indonesia bisa mendorong Pakistan sebagai negara Islam untuk memainkan peran lebih aktif dalam proses perdamaian ini,".

 

Dengan mempertimbangkan faktor kecilnya hubungan ekonomi dan perdagangan  antara Indonesia dan Afghanistan, para analis politik berkeyakinan bahwa Indonesia bisa memanfaatkan potensi ekonominya selain membantu mendorong proses perdamaian yang sedang berjalan. Untuk tujuan itu, Abdullah Abdullah dalam pertemuan dengan Jokowi menyerukan peningkatan investasi perusahaan-perusahaan Indonesia di Afghanistan, dan peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara.

 

Analis politik internasional, Mohammad Amin Majumder mengungkapkan bahwa sebagian besar masalah yangmenimpa dunia Islam disebabkan karena kelalaian dan sempitnya pandangan. Selain itu, didahulukannya kepentingan pribadi dan kelompok dibandingkan dengan kepentingan dan tujuan kemaslahatan dunia Islam.Oleh karena itu, para pemimpin negara-negara Muslim dan ulama harus menanggung beban berat ini,".

Sejatinya, ekstremisme dan radikalisme  yang menjadi masalah besar saat ini harus diselesaikan dengan melibatkan kerja sama serius semua negara Muslim.

 

Indonesia selama beberapa tahun terakhir meningkatkan kebijakan pengamanan ketat demi mencegah kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di negara ini melancarkan aksisnya. Salah satu akarnya adalah krisis Afghanistan, Indonesia dan Pakistan bisa mendorong taliban untuk meletakkan senjatanya untuk membantu proses penyelesaian damai di negara Asia Selatan itu.




Related Contents

Sertifikasi Halal di Persimpangan Jalan

Sertifikasi Halal di Persimpangan Jalan

Penerbitan sertifikasi produk halal dituding jalan di tempat, meski Undang-undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) sudah memberi tenggat waktu yang lama hingga Oktober 2019 dengan semua produk wajib memiliki pengesahan kehalalan.

|

BMKG: WNI yang Tinggal di Pantai Selatan Harus Lebih Hati-hati

BMKG: WNI yang Tinggal di Pantai Selatan Harus Lebih Hati-hati

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan GeofisikA (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo menyebutkan, gelombang tinggi berpotensi terjadi di wilayah pantai yang bisa membahayakan bagi masyarakat disekitarnya.

|

Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved