Saturday 15 December 2018 
qodsna.ir
qodsna.ir

Perjuangan dari Arena Olahraga Hingga Melawan Terorisme

Peristiwa pahit hari 22 September di kota Ahvaz, dimana banyak rakyat tidak berdosa yang gugur syahid di tangan para teroris sewaan menunjukkan kembali bahwa bangsa Iran memiliki banyak musuh dan berada di jalan penuh kebanggaan kemajuan dan kejayaan.

Menurut laporan Kantor Berita Qods (Qodsna) Ayatullah Khamenei Senin (24/9) sore saat bertemu dengan para atlet berprestasi dan peraih medali di Asian Games 2018 Indonesia  seraya mengisyaratkan insiden serangan teror di Ahvaz hari Sabtu (22/9) menambahkan, berdasarkan laporan, serangan pengecut ini dilakukan oleh oknum-oknum yang ketika dililit kesulitan di Suriah dan Irak mereka diselamatkan Amerika dan mendapat dana dari Arab Saudi serta Uni Emirat Arab (UEA).

 

Rahbar menyebut kebanggaan putra dan putri Iran peraih medali di pertandingan dunia sebagai sumber kebanggan rakyat pecinta kebebasan dan pemicu kemarahan front arogan, seraya mengatakan, kubu arogan dunia geram dengan setiap kemenangan bangas Iran di bidang manapun, oleh karena itu Kalian sejatinya kemenangan bangsa dan kekalahan front musuh Iran.

 

Republik Islam Iran menganggap perlawanan terhadap kebijakan dan langkah agresi kubu arogan dan tentara bayaran mereka mereka menjadi tugas yang serius dan tidak dapat dialihkan. Keberlanjutan ini sekarang menjadi jelas di semua bidang, termasuk bidang olahraga.

 

Ayatullah Khamenei saat menjelaskan alasan penolakan untuk bertanding dengan wakil rezim Zionis Israel mengingatkan, Republik Islam Iran sejak awal revolusi tidak mengakui rezim Zionis dan rezim Apartheid Afrika Selatan. Rezim Apartheid Afsel telah tumbang, dan rezim penjajah Israel pasti akan menyusul.

 

Pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuan dengan para olahragawan mengandung pesan cemerlang bagi semuan musuh bangsa Iran, khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.

 

Anasir teroris dan pendukung gagal mereka di Suriah dan Irak masih berkhayal bahwa dengan serangan membabi buta teroris dan pembunuhan orang-orang yang tak berdosa, mereka dapat memaksa Republik Islam Iran untuk mengubah sikapnya. Padahal Iran tidak pernah takut akan ancaman dan tidak pernah munduh dari sikap prinsipnya.

 

Apa yang harus diketahui Amerika Serikat, Zionis Israel dan rezim otoriter Arab yang sudah kadaluarsa tentang fakta bahwa era ancaman telah berakhir. Pengalaman telah menunjukkan bahwa mundur dari ancaman berarti memberi jalan kepada kelompok-kelompok teroris dan pendukung Barat dan Arab mereka. Di sini, tidak diragukan lagi Iran akan memilih untuk melawan ancaman.

 

Serangan teroris bulan Juni lalu dari anasir Daesh di Tehran dan balasan rudal Iran terhadap tindakan teroris ini di Suriah menunjukkan bahwa memerangi kelompok-kelompok teroris di luar perbatasan Iran adalah bagian dari persyaratan untuk penghancuran para teroris.

 

Tidak diragukan lagi, tekad serius untuk menanggapi ancaman akan mengarah pada terciptanya keamanan kolektif di kawasan. Sekarang, seperti apa nasib yang menanti para teroris dan pendukung mereka di Ahwaz, ucapan Rahbar jelas dan mencerahkan. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut pengecut serangan terhadap warga tak berdosa dan menekankan, kami pastikan akan memberi hukuman berat kepada para pelaku serangan teror di Ahvaz.




Related Contents

Hashd Al Shaabi Puji Peran Iran dan Hizbullah

Hashd Al Shaabi Puji Peran Iran dan Hizbullah

Wakil Komandan pasukan relawan rakyat Irak, Al Hashd Al Shaabi berterimakasih atas peran Republik Islam Iran dan Hizbullah Lebanon dalam perang melawan kelompok teroris Daesh.

|

Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved