Saturday 27 November 2021 
qodsna.ir qodsna.ir

Hamas: Tanpa Pencabutan Blokade Gaza, Tidak Ada Gencatan Senjata

Seorang anggota senior Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, jika blokade keji terhadap Jalur Gaza yang dimulai sejak 2007 tidak sepenuhnya dicabut, unjuk rasa dan Pawai Akbar Hak untuk Pulang akan berlanjut.

"Meningkatnya ketegangan Zionis tidak bisa menyebabkan berakhirnya pawai hak kepulangan Palestina. Gerakan revolusioner ini telah dimulai sejak 30 Maret 2018 dan hingga sekarang telah memasuki minggu yang ke-22," kata Ismail Radwan daalm wawancara dengan IRNA, Minggu (26/8/2018).

 

Dia menambahkan, Muqawama Palestina komitmen untuk membela dan mempertahankan rakyat, tanah air dan kesuciannya.

 

"Tidak ada seorang pun yang bisa memaksa rakyat Palestina untuk berhenti menuntut hak legal mereka," tegasnya.

 

Anggota senior Hamas juga menegaskan bahwa gencatan senjata dengan rezim Zionis tidak akan gratis begitu saja.

 

Radwan menuturkan, setiap kadar dari tantangan yang dihadapi, dan di jalan ini Hamas berkorban, maka tidak akan dibiarkan Israel yang menentikan nasib dan masa depan gencatan senjata.  

 

"Gencatan senjata dengan musuh dan penjajah tanpa pencabutan blokade Gaza tidak akan terjadi," ujarnya.

 

Pada pekan-pekan terakhir, Mesir dan PBB berusaha menciptakan gencatan senjata antara Israel dan kelompok-kelompok Muqawama Palestina di Gaza.

 

Pencabutan blokade Gaza adalah salah satu syarat kelompok-kelompok Muqawama untuk tercapainya gencatan senjata dengan Israel. 




Related Contents

Eran Etzion: Iran sangat Kuat dan Sulit Dikalahkan

Eran Etzion: Iran sangat Kuat dan Sulit Dikalahkan

Mantan asisten penasehat keamanan nasional Israel, Eran Etzion seraya merekomendasikan kabinet rezim ini untuk mengambil inspirasi dari dokumen baru prospek 50 tahun Iran mengakui bahwa Tehran sangat rumit dan kuat sehingga sulit dikalahkan.

|

Intelijen Israel, Saudi dan Mesir Bertemu Bahas Ancaman Iran

Intelijen Israel, Saudi dan Mesir Bertemu Bahas Ancaman Iran

Situs internet yang bermarkas di London, Middle East Eye, MEE, Selasa (8/1/2019) mengabarkan, Direktur Badan Intelijen rezim Zionis Israel, Mossad, Yossi Cohen baru-baru ini bertemu dengan direktur badan intelijen Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir di salah satu ibukota negara Arab, Teluk Persia.

|

Users Comments

Analisa
Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved