Friday 19 October 2018 
qodsna.ir
qodsna.ir

Israel Bantu Saudi
Keluar Perang Yaman

Oleh: Tim Analisa

Bertekad untuk merubah situasi mengecewakan di Yaman, Israel kini secara tegas dan terang-terangan ingin membantu Arab Saudi di Perang Yaman dengan menawarkan untuk mengirimkan pasukan militer. Pentingnya dua jalur perairan krusial yang menjadi tempat lalu lalangnya kapal-kapal pembawa minyak, yaitu Selat Hormuz dan Bab al-Mandab dianggap menjadi pemicu utama Israel untuk terjun langsung dalam pertempuran ini. Bila tidak maka perekonomian dunia akan menghadapi krisis babak baru.

 

Surat kabar Rusia, Nezavisimaya Gazeta kemarin dalam sebuah artikel analisisnya menyebut, perang berkepanjangan di Yaman belum akan berakhir dalam waktu dekat.

 

“Tampaknya perang di Yaman yang telah berlanjut sejak 2014 yang menyebabkan hilangnya banyak SDM maupun SDA ini tak jelas kapan akan berakhir. Yang jelas perang ini tak akan berakhir dalam waktu dekat dan bisa jadi masih akan terus berlanjut,” tulis media Rusia tersebut.

 

Menurut informasi yang didapat oleh media Israel, Haaretz, Arab Saudi setiap bulannya menggelontorkan dana sebesar 5 miliar dolar untuk perang Yaman. Alih-alih membuat Arab Saudi dapat dengan cepat memenangkan peperangan ini dan membuat situasi kembali stabil, malah yang ada adalah terjadinya ketidak stabilitasan yang akut di dalam roda perekonomian dunia.

 

Arab Saudi telah mencoba menggunakan jasa para tentara bayaran dari negara-negara Amerika Latin dan Afrika Selatan di perang Yaman ini. Bahkan beberapa hari terakhir, Israel secara terang-terangan menawarkan jasanya kepada Arab Saudi dan menegaskan pihaknya siap bergabung dalam koalisi militer Arab di perang tersebut.

 

Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel saat menghadiri upacara baris-berbaris Angkatan Laut Israel di Haifamenegaskan bahwa Israel akan terjun langsung dalam operasi militer pengepungan Teluk Bab al-Mandab.

 

Ia mengatakan, “Apabila Iran berupaya untuk menutup kawasan ini, maka pihaknya harus bersiap menghadapi reaksi keras koalisi militer Internasional. Israel dengan kekuatan militernya juga akan bergabung dengan koalisi ini.”

 

Padahal para pejabat Tehran sendiri telah menegaskan bahwa pihaknya tak berencana untuk menutup Bab al-Mandab. Bahkan Tehran tak meminta Ansarullah Yaman untuk melakukan hal ini. Kendati demikian, tak menutup kemungkinan Amerika Serikat terus berusaha untuk tetap memegang pengaruh terhadap para sekutunya dan terus mendorong mereka untuk melakukan pertempuran militer dengan Iran.

 

Pada saat ini, semua masalah dan dinamika kawasan akan terus bergantung pada hal ini; yaitu apa yang lebih diinginkan Washington saat ini, apakah itu kekalahan Iran atau menjaga stabilitas pasar dunia.

 

Tampaknya Washington sedang memberikan kelonggaran kepada Riyadh untuk melakukan apa yang diinginkannya di Yaman saat ini. Buktinya AS tak menegur Arab Saudi yang membombardir pasar Ikan dan rumah sakit pusat di Al-Hudaidah yang berbuut pada tewasnya lebih dari 100 warga sipil.

 

Para pejabat Arab Saudi sejatinya sudah sangat geram dengan kegagalan mereka di perang Yaman. Banyaknya pihak yang kabur dari barisan koalisi militer ini dan ditambah dengan rentetan masalah lainnya membuat mereka semakin putus asa. Anehnya, hingga saat ini, dunia hanya bisa diam seribu bahasa melihat kejahatan-kejahatan Arab Saudi di Yaman.

 

Situasi Selat Homuz dan Teluk Bab al-Mandab yang krusial bagi pasar minyak dunia

Mengenai jalur transportasi penting lainnya di kawasan, yaitu Selat Hormuz, dapat dikatakan bahwa Iran telah berulang kali memperingatkan bila Amerika Serikat menekan Iran dengan cara membatasi penjualan minyak Iran, maka negara tersebut akan menutup Selat Hormuz. Bila Selat Homuz atau Teluk Bab al-Mandab ditutup, maka krisis baru akan terlahir di pasar minyak internasional. Pasalnya 30 persen pemasukan minyak dunia melewati jalur perairan pintu Selat Hormuz,  15 persen produksi minyak dunia akan terhenti bila Teluk Bab al-Mandab harus diblokade.

 

Tentunya bukan tanpa sebab Israel yang biasanya tidak terlibat langsung dalam pertikaian antar negara Islam, (lebih memilih menjadi aktor di balik layar dan memberikan bantuan dana dan politik) kini tiba-tiba dengan antusias menawarkan jasanya untuk terjun langsung dalam pertempuran militer (meskipun secara diam-diam telah sering terungkap keterlibatan pasukan Israel secara langsung di Yaman).

 

Hingga saat ini belum dapat diprediksi bagaimana masa depan dari pertempuran militer di Yaman dan masalah-masalah yang menjadi konsekuensinya. Namun pastinya setiap tindakan provokatif akan mendapatkan reaksi yang tak sederhana. Meskipun hal itu tak akan dapat dicegah. Tak menutup kemungkinan dampaknya akan sangat fatal bagi seluruh kawasan bahkan seluruh dunia.




Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved