Thursday 9 December 2021 
qodsna.ir qodsna.ir

Selat Hormuz Senjata Tercanggih Iran

Salah satu misi strategis Republik Islam Iran adalah pengusiran Amerika dari semua wilayah Islam, saat ini, Iran telah mencapai kekuatan untuk mencapai tujuan tanpa memulai perang tetapi hanya dengan mencekik Selat Hormuz.

Javad Karimi Qodousi, anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Asing dari Majelis Umum Iran dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Qods (Qodsna) menyebutkan remakranya mengenai isu skenario AS-Zionis yang terus menerus menekan Teheran atas pengaruh regionalnya.

 

Anggota parlemen menyebutkan sebuah pertemuan yang Menteri Luar Negeri AS berbicara kepada sekelompok orang Amerika-Iran (NIAC) pekan lalu; ia menjelaskan secara singkat bahwa kelompok tersebut dikelola di bawah administrasi pejabat CIA.

 

NIAC secara finansial didukung oleh afiliasi George Soros, yang upaya utamanya adalah untuk menekan Republik Islam Iran. Selama beberapa tahun terakhir, mereka telah memainkan peran besar untuk menerapkan sanksi –sanksi yang terlalu berat terhadap Iran.

 

Kelompok ini telah mengejar berbagai misi selama beberapa tahun terakhir, misi utama kelompok adalah untuk menerapkan program empat tahap AS, dan mereka maju untuk meyakinkan negara-negara seperti India, Turki, dan Korea Selatan untuk menghentikan hubungan dengan Iran. Misi dimulai Januari lalu dan mereka berencana untuk melanjutkan hingga akhir tahun ini. Beberapa anggota NIAC saat ini di Turki maju untuk mencapai tahap kedua dari seluruh misi; tidak diragukan lagi mereka akan gagal seperti kemajuan tahap pertama mereka.

 

Karimi Qodousi mengatakan: "Diharapkan bahwa Badan Energi Atom Internasional akan menarik sikapnya dengan program nuklir damai Iran dalam beberapa bulan mendatang. Ada dua alasan utama di balik ini yaitu penarikan sepihak AS dari JCPOA dan tekanan AS atas agensi, kedua adalah tuduhan palsu Netanyahu. ”

 

Dia menambahkan: "semua orang tahu bahwa Iran tidak membutuhkan senjata nuklir, karena Iran memegang senjata yang lebih besar yaitu adalah Selat Hormuz yang sehari-hari transit lebih dari 30 juta barel per hari. Presiden Iran Hassan Rouhani sebelum ini mengancam akan menutup Selat Hormuz dan Pemimpin Tertinggi juga menyetujuinya dan menyebutkan bahwa semua langkah potensial tersedia untuk menutup Selat Hormuz tanpa menyatakan perang. ”

 

Mengenai kehadiran Iran di Suriah yang menjadi lebih viral setelah diskusi AS-Rusia dia mengatakan: "Kehadiran Iran di Suriah tidak membutuhkan persetujuan AS tidak terjadi atas permintaan Rusia, tetapi penasehat militer kami melangkah di Suriah menurut pemerintah yang sah Suriah dan rakyatnya, dan kami akan melanjutkan langkah kami di Suriah sampai perdamaian benar-benar dipulihkan ke negara yang dilanda perang. ”

 

Anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen menyimpulkan: "Salah satu misi strategis Republik Islam Iran adalah pengusiran Amerika dari semua wilayah Islam, saat ini, Iran telah mencapai kekuatan untuk mencapai tujuan tanpa memulai perang tetapi hanya dengan mencekik Selat Hormuz.




Users Comments

Analisa
Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved