Friday 21 September 2018 
qodsna.ir
qodsna.ir

Penulis Saudi: Perlunya persatuan Saudi/Israel untuk melawan Iran

Seorang penulis Saudi, dalam sebuah artikel yang menekankan meningkatnya publisitas dan konsolidasi hubungan Saudi-Israel, berbicara tentang perlunya untuk menghadapi kelompak Mukawamah dibawah pimpinan Iran, dia lagi klaim bahwa Mukawamah mengeksploitasi masalah Palestina.

Menurut Kantor Berita Qods (Qodsna) merilis dari kantor berita Arabi 21, seorang penulis Saudi, Daham Al-Anzi menyambut undangan seorang anggota Knesset Israel Yossi Yuna dari Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, untuk mengunjungi tanah-tanah diduduki dan berpidato di Knesset, dia lebih lagi menjelas hal ini adalah seperti waktu Anwar Sadat melakukan kunjungannya ke Israel.

 

Al-Anzhi, dalam artikelnya yang diterbit di surat kabar Al-Khaleej al-Saudia, mengatakan: Ya, saya setuju dengan undangan Knesset, jika Netanyahu ingin memiliki mitra sejati untuk perdamaian, dia harus setuju dengan rencana perdamaian yang diajukan oleh Arab Saudi.

 

Lebih lanjut dia menulis: Netanyahu harus mengundang putra mahkota muda Saudi untuk berpidato di Knesset, dan saya pikir Mohamed bin Salman, sebagai seorang pejuang perdamaian di wilayah ini, tidak akan ragu untuk menerima undangan ini pada saat ini karena dia telah datang ke keyakinan bahwa Israel sedang mencari kedamaian sejati, Israel sudah percaya bahwa Arab Saudi adalah mitra nyata untuk dirinya sendiri, yang menyerukan stabilitas regional yang ingin kembalikan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

 

Penulis Saudi ini mengklaim bahwa gerakan-gerakan Islam seperti Hamas, Ikhwanul Muslimin, Hezbollah, al-Qaeda, ISIS dan kelompok-kelompok lainnya menyanyikan slogan-slogan tak berguna untuk masalah Palestina.

 

Artikelnya menambah: “Memiliki musuh kesamaan bernama Iran adalah sebab utama bagi perdekatan bangsa Arab dan Israe. Masalah Palestina harus diselesaikan,  Saya percaya bahwa para elit di Israel memahami pentingnya peran Arab Saudi di Timur Tengah.”

 

Penulis Saudi tersebut melanjut menulis: “Sebagai ummat Islam Kami tidak punya masalah apa saja dengan orang Yahudi, serta negara-negara lain, saya telah bertemu sejumlah orang Yahudi Israel selama bertahun-tahun saya tinggal di Washington dan kami memanggil saling sepupu, mereka adalah anak-anak paman kami dan mereka adalah lebih dekat dengan kami daripada bangsa Persia dan Turki.”

 

Al-Anzi menambahkan, "Takdir Mohammad bin Salman adalah kembalikan perdamaian dan keamanan ke kawasan ini, dia mampu menghadapi ancaman politik yang menghadapi Arab Saudi. Kami menyerukan Timur Tengah yang tenang dan jauh dari konspirasi Iran. Saya akan sombong pembukaan Kedutaan Besar Israel di Arab Saudi dan pembukaan Kedutaan Saudi di Yerusalem Barat.”

 

Pada akhir artikelnya mengatakan: “Saya yakin bahwa bangsa Saudi akan sengang dari kunjungan Putra Mahkota Saudi ke, saya sangat senang bahwa dalam beberapa tahun terakhir di isi-isi di media masal dari Arab Saudi adalah isi-isi dengan konten pembuat perdamaian yang  tidak bermusuhan dengan Israel saya akan somong menjadi Duta Besar pertama negaraku di Israel, Netanyahu jika anda ingin perdamai an maka tindakan sekarang .”

 

Akun resmi situs berita berbahasa Arab Israel di Twitter, sebagai tanggapan terhadap penulis artikel tersebut, mengatakan bahwa “Peluk perdamaian Israel terbuka bagi semua negara tetangga .”

 

Apa yang ditangkap dari artikel ini adalah, bahwa rezim Arab Saudi dalam sebuah kesepakatan sama AS dan Israel yang terkenal atas “Kesepakatan Abad” ingin  menjual al-Aqsa dan al-Qods kepada rezim Zionis Israel dan dapat sekutu sama Israel untuk menyelesaikan penjajahanya atas tanah Yaman.

 

Dalam saat ini yang semua negara ummat Islam ingin bersatu untuk pertahan Palestina dan al-Aqsa, rezim Arab Saudi membayar rastuan ribu dollar pada para penulis yang menulis artikel-artikel yang isinya isu perdamaian dengan rezim Zionis Israel.

 




Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved