Wednesday 12 December 2018 
qodsna.ir
qodsna.ir

Gaza Menunggu Pembebasan Blokade dan Kemenangan Pawai Kepulangan

Tiga bulan yang lalu, api sudah bergolak di Jalur Gaza, dan kemungkinan kita aan segera mendengar berita tentang munculnya pemandangan baru bagi kehidupan di Gaza dari gerbang ekonomi dan pencabutan blokade yang tidak dapat dipisahkan dari politik.

Tidak ada yang berbeda pendapat bahwa gerakan pawai kepulangan akbar dan hancurnya blokade telah menyulut semua lampu merah dan menarik kembali perhatian dunia terhadap kejahatan yang dilakukan penjajah Zionis di Jalur Gaza.

 

Meskipun pengorbanan darah orang-orang Gaza meningkat, namun pawai kepulangan akbar telah meningkat pesat dalam pemikiran dunia tentang pentingnya menghancurkan blokade Gaza.

 

Hari Ahad (10/6/2018) kemarin, Dewan Kabinet Kecil Israel untuk Urusan Keamanan, membahas rencana para menteri Israel dan lembaga internasional yang bertujuan untuk menciptakan perubahan realitas ekonomi dan kemanusiaan di Jalur Gaza.

 

Dalam pekan-pekan terakhir ini menerima sejumlah tawanan untuk melakukan gencatan senjata khususnya pawai kepulangan. Sebagian datang dari negara-negara Arab yang yang lainnya dari negara-negara Eropa, bahkan dari para tokoh. Namun belum ada yang sampai matang karena banyak sebab yang berkaitan dengan upaya Israel menghindar dan menyangkal dari tanggung jawabnya dan sikap keras kepala Otoritas Palestina.

 

Belakangan ada yang disebut dengan “Marshall Plan”, yang mengusulkan pendirian pabrik dan infrastruktur yang melayani Gaza dari dalam Sinai dan di Jalur Gaza sendiri dari dana yang dikumpulkan oleh PBB dan yang akan mengawasi pengeluarannya.

 

Bola api

Perbaikan basis konfrontasi antara perlawanan dengan penjajah Zionis di waktu sebelumnya telah mendukung sepirit ribuan demonstran dalam pawai kepulangan di perbatasan timur Jalur Gaza dan mencacat titik positif untuk yang selanjutnya.

 

Ada tawaran politik hampir matang yang merubah realita kehidupan di Gaza setelah pawai kepulangan membuktikan keteguhan Gaza. Namun penjajah Zionis saat ini berusaha untuk mendapatkan posisi seputar serdadunya (yang ditawan di Jalur Gaza) dan mengusulkan pendapatnya seputar gencatan yang akan datang dan pencabutan blokade, hal ini belum dijawab secara final oleh faksi-faksi Palestina.

 

Menteri Perang Zionis Avigdor Lieberman mengendorkan ambisi perangnya. Hal itu, menurut para pengamat, dilakukan Lieberman karena dia tidak ingin membuat marah sahabatnya, utusan PBB Nikolai Mladenov.

 

PM Zionis Benjamin Netanyahu juga lebih melunak pernyataannya sejak kunjungannya ke Jerman. Saat itu Lieberman berbicara tentang pemikiran Ierman-Israel untuk meringankan situasi di Jalur Gaza, yang sebelumnya dia tolak.

 

Dr. Ibrahim Habib, seorang ahli dalam urusan keamanan, menyatakan bahwa pencabutan blokade Gaza sudah sangat dekat. Gaza yang berkobar dan terkepung telah meyakinkan masyarakat internasional, terutama orang-orang Eropa, bahwa ledakan akan menimpa (Israel) pertama dan terakhir.

 

Dia menambahkan, "Keyakinan telah kuat tentang pentingnya mencabut blokade. Namun sikap Otoritas Palestina yang menghukum Gaza dan memperkuat pemisahan, telah memperparah situasi di Gaza dan mungkin agak selaras dengan upaya memuluskan kesepakatan ‘the deal of century’ yang dipromosikan oleh Maldanov, Israel dan Eropa."

 

Otoritas Palestina telah dan tetap menjadi bagian penting. Karena merupakan lembaga resmi yang diterima oleh dunia, sementara itu menolak untuk berurusan dengan perlawanan dan Hamas. Namun tampaknya Otoritas Palestina cemas dengan proyek entitas politik yang fokusnya adalah Gaza ssuai rencana AS-Israel. Dan di saat yang sama, Otoritas Palestina ingin menghabisi faksi-faksi perlawanan dari pentang Palestina.

 

Menurut analis politik Dr. Ahmed Rafiq Awad, Gaza hampir menyelesaikan krisis terbesar dibandingkan yang terjadi sebelumnya. Kontak yang serius dan intens dipimpin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai imbalan bagi gencatan lapangan secara bertahap.

 

Dia melanjutkan, "Kami mulai mendengar dana hingga 600 juta dolar serta pendanaan sudah siap dan semua pihak secara implisit setuju dengan ada syarat, di antaranya adalah persyaratan dari Otoritas Palestin tentang keberadaannya secara resmi di perlintasan."

 

Yang baru kali ini adalah bahwa PBB bertanggung jawab atas masalah ini, sekaligus yang menawarkan pendanaan dan pengawasan.

 

Pawai Kepulangan

Langkah positif yang dimainkan penjajah Zionis sampai detik-detik terakhir adalah buah dari pengorbanan rakyaat Palestina di Gaza dalam pawai kepulangan.

 

Menurut Ibrahim Habib, pawai kepulangan telah menempatkan masalah Palestina dan Jalur Gaza kembali di atas meja. Dan usulan Maldanov secara bertahap memisahkan jalur politik dari kondisi ekonomi dan kemanusiaan.

 

Faksi-faksi Palestina dan Otorita Palestina sadar bahwa kehidupan di Gaza harus berubah. Pesan pawai kepulangan telah sampai dengan kuat, tetapi faksi-faksi perlawanan tidak ingin ada pengaborsian pengorbanan yang panjang ini. Mungkin dapat menerima tawaran yang masuk akal untuk meringankan tanpa harus menanggung harga politik. 




Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved