Monday 25 March 2019 
qodsna.ir qodsna.ir

Perimbangan Kekuatan Baru Palestina Hadapi Zionis

Penembakkan dua roket dari arah jalur Gaza menuju distrik-distrik Zionis ini memicu kepanikan yang ditandai dengan bunyi sirene peringatan bahaya terdengar di berbagai wilayah Palestina Pendudukan. Serangan roket tersebut sebagai langkah balasan dari pihak gerakan perlawanan Palestina terhadap aksi tentara rezim Zionis yang melukai empat pemuda Palestina.

penerangan balasan roket-roket dari Gaza ke berbagai wilayah pendudukan menunjukkan peningkatan kekuatan militer gerakan perlawanan Palestina dalam dinamika strategi menghadapi rezim Zionis.

 

Meskipun rezim Zionis semakin represif dan melakukan berbagai aksi kekerasan demi melenyapkan gerakan perlawanan Palestina, tapi faktanya kekuatan perjuangan Palestina, termasuk Hamas kian hari justru semakin meningkat. Padahal mereka berada dalam blokade total yang telah berjalan bertahun-tahun. Masalah ini  menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pejabat Israel.

 

Puncak aksi balasan gerakan perjuangan Palestina terhadap kejahatan masif rezim Zionis di Jalur Gaza terjadi pada November 2018, ketika ratusan roket ditembakkan dari Jalur Gaza menuju berbagai daerah di Palestina Pendudukan. Perlawanan heroik para pejuang Palestina dengan ratusan roketnya tersebut berhasil mengalahkan rezim Zionis dalam  hitungan dua hari.

 

Padahal, pemberangusan gerakan perlawanan dan pelucutan senjata pejuang Palestina adalah salah satu tujuan utama rezim Zionis melancarkan perang di Gaza. Tetapi tujuan tersebut gagal. Alih-alih kekuatan gerakan perlawanan Palestina melemah justru saat ini semakin kuat dari sebelumnya.

 

Roket baru Brigade al-Quds

Meningkatnya kekuatan gerakan perlawanan Palestina di Gaza yang ditunjukkan dengan kekuatan roket dan dukungan massa besar-besaran,  mencerminkan fakta bahwa Perlawanan Islam Palestina lebih kuat dan memiliki dukungan yang lebih besar dari sebelumnya dalam menghadapi rezim Zionis.

 

Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh menyatakan bahwa aksi terbaru Israel di Gaza jika terus berlanjut akan berujung kehancuran total rezim Zionis. Haniyeh menegaskan, jika rezim agresor masih melanjutkan petualangannya di Gaza, maka Israel akan menerima balasan setimpal yang bisa berujung kehancuran total rezim Zionis.

Salah satu masalah yang menjadi perhatian para pengamat Timur Tengah terhadap isu kekuatan Palestina melawan rezim Zionis selama beberapa tahun terakhir, terutama dalam beberapa bulan terakhir bertumpu pada masalah kekuatan roketnya yang membuat musuh berpikir seribu kali untuk  menyulut perang baru di Gaza. 

 

Surat kabar Mesir al-Ahram menulis tentang situasi rezim Zionis saat ini, "Tel Aviv sekarang tidak memiliki kemampuan untuk berhadap-hadapan langsung dengan kelompok-kelompok seperti Hizbullah Lebanon atau kelompok-kelompok Palestina, karena tahu dampak besar kerugian yang akan diterima,"

 

Iron dome rezim Zionis Israel

Laporan terbaru situs Zionis, Debka File  juga mengakui bahwa sistem rudal Iron Dome tidak efektif menghadapi roket dan rudal gerakan perlawanan Palestina dan Hizbullah Lebanon.

Militer Israel dalam laporan tahunannya mengakui bahwa pada 2018 lebih dari 1.000 roket dan mortir ditembakkan dari Gaza ke berbagai wilayah di Palestina Pendudukan. Jerusalem Post melaporkan, dari seribu roket yang ditembakkan dari Gaza hanya 200 yang berhasil ditangkal oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome dan sisanya mengenai target. Dinamika Palestina mengindikasikan perubahan strategi gerakan dari pertahanan menuju langkah opensif terhadap rezim Zionis.(PH)

 




Users Comments

Videos

Qods News Agency


©2017 Kantor Berita Qods. All Rights Reserved